FILSAFAT, ETIKA, DAN KOMUNIKASI

Resume buku Etika dan Filsafat Komunikasi Muhammad Mufid,2009

Kelompok 6 Ilkom C

Kioko Vibie Adzira

Nindi Anggita Febriani

Queena Adzikra Arza

Reza Dwi Pangestu

 

BAB 7

FILSAFAT, ETIKA, DAN KOMUNIKASI

A.      A. PENGERTIAN ETIKA

secara Bahasa, “etika” berasal dari Bahasa yunani ethos, yang berarti tempat tinggal yang biasa, padang rumput, kebiasaan.adat,akhlak,perasaan,dan cara berpikir. Dalam istilah filsafat, etika berarti ilmu tentang apa yang biasa dilakukan atau ilmu tentang kebiasaan. Dalam kamus besar Bahasa Indonesia, etika adalah ilmu pengetahuan tentang asas-asas akhlak. Etika dibedakan dalam tiga pengertian pokok, yaitu ilmu ilmu tentang apa yang baik dan kewajiban moral, kumpulan asas atau nilai yang berkenaan dengan akhlak dan nilai mengenai benar benar dan salah yang dianut suatu golongan masyarakat. Etika dapat dikatakan sebagai nilai-nilai atau norma yang menjadi pegangan bagi seseorang atau kelompok dalam mengatur tingkah lakunya. Sifat dasar etika adalah sifat kritis, karenanya etika bertugas untuk :

1.       Mempersoalkaan norma yang dianggap berlaku

2.       Etika mengajukan pertanyaan tentang legitimasinya

3.       Etika mempersoalkan pula hak setiap lembaga

4.       Etika memberikan bekal kepada manusia untuk mengambil sikap yang rasional terhadap semua norma

5.       Etika menjadi alat pemikiran yang rasional dan bertanggung jawab.

Etika sering disebut filsafat moral. Etika menolong manusia untuk mengambil sikap terhadap semu norma dari luar dan dari dalam supaya manusia mencapai kesadaran moral yang otonom. Dalam etika biasanya dibedakaan antara “etika deskriptif” dan “etika normatif”. Etika deskriptif membentuk gambaran dari gejala kesadaran moral, dari norma dan konsep- konsep etis. Etika normatif  tidak berbicara lagi tentang geja, melainkan tindakan manusia.

 

 

B. HUBUNGAN FILSAFAT DAN ETIKA

Filsafat ialah seperangkat keyakinan-keyakinan dan sikap-sikap,cita-cita,aspirasi-asprasi dan tujuan-tujuan nilai-nilai dan norma-norma, aturan-aturan dan prinsip etis. Menurut Sidney Hook, filsafat juga pencari kebenaran, suatu persoalan nilai-nilai dan pertimbangan-pertimbangan nilai untuk melaksanakan hubungan-hubungan kemanusiaan secara benar dan juga berbagai pengetahuan tentang apa yang buruk atau baik untuk memutuskan bagaimana seseorang harus memilih atau bertindak dalam kehidupannya.

Orientasi nilai yang tampaknya berkaitan dengan masalah kehidupan dasar menurut Florence Kluchlon :

1.       Manusia berhubungan dengan alam atau lingkungan fisik, dalam arti mendominasi, hidup dengan atau ditaklukan alam.

2.       Manusia menilai sifat/hakikat manusia sebagai baik atau campuran antara baik dan buruk.

3.       Manusia hendaknya bercermin pada masa lalu, masa kini, dan masa yang akan datang.

4.       Manusia lebih menyukai aktivitas yang sedang dilakukan,akan dilakukan, atau telah dilakukan.

5.       Manusia menilai hubungan dengan orang lain, dalam kedudukan yang langsung, individualistis, atau posisi yang sejajar.

Orientasi nilai tersebut sangan berbeda di antara berbagai kebudayaan dan subbudaya dalam masyarakat. Nilai-nilai mempunyai tingkatan-tingkatan, seperti :

1.       Niali-nilai akhir atau abstrak : Demokrasi,keadilan,persamaan,kebebasan, dll.

2.       Nilai-nilai tingkat menengah : kualitas keberfungsian manusia/pribadi,keluarga yang baik, dll.

3.       Nilai-nilai tingkat ketiga merupakan nilai-nilai instrumental atau operasional yang mengacu kepada ciri-ciri perilaku dari lembaga social yang bai,pemerintah yang baik, dan orang professional yang baik.

4.       Nilai-nilai dalam norma-norma yang telah diinternalisasikan ke dalam diri individu, akan menjadi kerangka referensi individu tersebut, sebagai prinsip-prinsip etik.

 

 

 

C. PERBEDAAN ETIKA, ETIKET, MORAL, DAN AGAMA

1.       Perbedaan etika dan etiket

Dua terminologi tersebut sangat berbeda satu sama lain, meskipun di sana sini tetap masih ada persamaan yaitu etika dan etiket menyangkut tindakan dan perilaku manusia, etika dan etiket mengatur perilaku manusia secara normatif.

Perbedaan pokok lihat dari darji darmodiharjo dan shidarta,2004:257):

-          Etika menyangkut cara perbuatan yang harus dilakukan oleh seorang atau kelompok tertentu. sedangkan etiket cara yang tepat dalam bertindak.

-          Etiket selalu berlaku ketika ada orang lain, sementara itu, etika tidak memperhatikan orang lain atau tidak

-          Etiket bersifat relatif dalam arti bahwa terjadi keragamaan dalam menafsirkan perilaku yang sesuai dengan etiket tertentu. etika jauh bersifat mutlak prinsip bersifat universal dan tidak bisa ada proses tawar-menawar.

-          Etiket hanya menyangkut segi lahiriah saja sedangkan etika menyangkut aspek internal

2.       Perbedaan etika dan estetika

-          Etika lebih menitikeratkan pada baik-buruknya tingkah laku dan tindakan manusia serta sekaligus menyoroti kewajiban tanggung jawab manusiawi.

-          Etika berkaitan dengan menjadi dasar tindakan manusia adalah baik atau buruk

-          Estetika soal apresiasi yang harus dilakukan dalam proses kreatif manusiawi. Estetika berkaitan dengan imitasi atau reproduksi realitas.

3.       Perbedaan moral dan hukum

Keduanya saling memengaruhi dan saling membutuhkan. Hukum harus dinilai atau diukur dengan norma moral.

Perbedaannya sebagai berikut :

·         Hukum bersifat objektif karena dituliskan dan disusun dalam kitab undang-undang. Moral bersifat subjektif.

·         Hukum hanya membatasi ruang lingkupnya sedangkan moralitas menyangkut perilaku batin seseorang.

·         Sanksi hukum bisanya dapat dipaksakan, sedangkan sanksi moral kenyataan bahwa hati nuraninya akan merasa tidak tenang.

4.       Perbedaan etika dan agama

Di mana etika sanggup membantu manusia dalam menggunakan akal pikiran untuk memecahkan masalah. Etika berdasarkan pada argumentasi rasional, sedangkan agama menuntut seseorang untuk mendasarkan diri pada waktu Tuhan dan ajaran agama.

5.       Perbedaan etika dan moral

Etika lebih condong ke arah ilmu tentang baik atau buruk. Moralitas adalah sifat moral atau keseluruhan asas dan atau nilai yang berkenaan dengan baik atau buruk.


D. UNSUR POKOK DALAM ETIKA

                Wancanan etika melibatkan perilaku dan sistem nilai etis yang dipunyai setiap individu atau kolektif masyarakat. Wancana etika mempunyai unsur-unsur pokok. Unsur pokok merupakan kebebasan, bertanggung jawab, hati nurani, dan prinsip-prinsip moral dasar. Kebebasan merupakan unsur pokok dan utama wacana etika. Etika betsifat rasional karena selalu mengandaikan kebebasan. Kebebasan ekstensial adalah kemampuan manusia untuk menentukan dirinya sendiri. Kebebasan bersifat positif. Praktek kebebasan di kehidupan, kebebasan jasmani-rohani, kebebasan sosial, kebebasan psikologi, kebebasan moral.

                Tanggung jawab merupakan kemampuan individu menjawab segala pertanyaan yang mungkin timbul dari tindakan-tindakan. Tanggung Jawab berarti orang tidak boleh mengelak, ketika diminati penjelasan atas perbuatannya. Tanggung jawab mengandaikan penyebab. Pertanggung jawaban adalah situasi dimana orang menjadi penyebab bebas. Kebebasan merupakan syarat utama dan mutlak bertanggung jawab. Tanggung jawab terdiri retrospektif dan prospektif. Hati nurani adalah penghayatan nilai baik atau buruk berhubungan dengan situasi konkret. Hati nurani memerintahkan atau melarang suatu tindakan menurut situasi, waktu, dan kondisi tertentu. Hati nurani berhubungan dengan kesadaran. Kesadaran adalah kesanggupan manusia mengenal dirinya dan berefleksi tentang dirinya. Hati nurani bisa bersifat retrospektif dan prospektif. Hati nurani juga besifat personal dan adipersonal. Dasarnya hati nurani adalah ungkapan dan norma yang bersifat subjektif.

                Prinsip kesadaran moral adalah bebarapa tataran yang perlu diketahui untuk memosisikan tindakan individu dalam kerangka nilai moral tertentu. Etika selalu memuat unsur hakiki bagi seluruh program tindakan moral. Prinsip tindakan moral mengandaikan pemahaman menyeluruh individu atas seluruh tindakan yang dilakukan sebagai manusia. terdapat 3 prinsip dasar kesadaran moral, yaitu prinsip sikap baik, keadilan dan hormat terhadap diri sendiri dan orang lain. Prinsip keadilan dan hormat pada diri sendiri adalah syarat pelaksanaan sikap baik, sedang prinsip sikap baik menjadi dasar seseorang untuk bersikap adil dan hormat.

 

E. BEBERAPA ISME DALAM ETIKA

Terdapat banyak pengertian dan asumsi dalam etika. Asumsi-asumsi itu adalah bahwa etika tidak hanya berbicara pada tataran wacana hakiki dari etika, tetapi juga bahwa etika berangkat dari pengalaman dan tindakan manusia yang bera-gam dan bersifat multidisipliner. Asumsi yang lain adalah keberadaan manusia pada situasi global. ideologi pemikiran manusia akan memengaruhi sistem nilai yang dipunyai oleh manusia, yang pada akhirnya akan mempengaruhi perilaku dan tindakan konkret.

1.       Egoisme

Egoisme adalah pemikiran etis yang menyatakan bah- wa tindakan atau perbuatan yang paling baik adalah memberikan manfaat bagi diri sendiri dalam jangka wak-tu yang diperlukan atau waktu tertentu dan mempunyai bentuk dalam pemikiran hedonisme dan eudaemonisme. Tema pokok da lam hedonisme adalah perolehan kesenangan dan Tesis utama eudaemonisme adalah kebahagiaan. Pada dasarnya, kebahagiaan ada-lah tujuan yang dicari oleh kodrat manusia.

2.       Deontologisme

Deontologisme adalah pemikiran etis yang menyata-kan bahwa baik buruknya tindakan tidak diukur dari ak-ibat yang ditimbulkan, tetapi berdasar sifat tertentu dari hasil yang dicapainya. Deontologisme tindakan me-nya takan bahwa baik dan buruknya tindakan dapat di-rumuskan atau diputuskan dalam dan untuk situasi ter-ten tu dan sama sekali tidak ada peraturan umum. Deontologisme aturan adalah bahwa kaidah moral dan tindakan baik-buruk diukur dari aturan yang berlaku secara universal.

3.       Utilitarianisme

Utilitarianisme adalah pemikiran etika yang melihat bahwa kaidah moral dan baik buruknya tindakan diukur dari akibat yang ditimbulkannya.

4.       Pragmatisme

Pragmatisme adalah pemikiran etis yang menyata kan bahwa perbuatan etis berhubungan dengan soal pengetahuan praktis yang dilakukan demi kemajuan masyarakat dan dunia. Pragmatisme menyatakan bah wa perbuatan baik adalah perbuatan yang bisa dilaksanakan, dan dipraktek-kan, mendatangkan hal positif bagi masyarakat.

F. ETIKA KOMUNIKASI

Komunikasi menyentuh berbagai macam bidang ke hidupan manusia dan Komunikasi juga menyentuh aspek ilmu dalam bidang komunikasi. Etika komunikasi mencoba untuk mengelaborasi standar etis yang digunakan oleh komunikator dan komunikan. Setidaknya ada tujuh perspektif etika komunikasi yang bisa dilihat dalam perspektif yang bersangkutan.

1.       Perspektif politik. Dalam perspektif ini, etika untuk mengembangkan kebiasaan ilmiah dalam praktek berkomunikasi, menumbuhkan bersikap adil.

2.       Perspektif sifat manusia. Sifat manusia yang paling men dasar adalah kemampuan berpikir dan kemampuan menggunakan simbol.

3.       Perspektif dialogis. Komunikasi adalah proses transaksi dialogal dua arah. Sikap dialogal adalah sikap setiap partisipan komunikasi yang ditandai oleh kualitas keutamaan.

4.       Perspektif situasional. Faktor situasional adalah relevansi bagi setiap penilaian moral.

5.       Perspektif religius. Kitab suci atau habit religius dapat dipakai sebagai standar mengevaluasi etika komunikasi.

6.       Perspektif utilitarian. Standar utilitarian untuk mengevaluasi cara dan tujuan komunikasi dapat dilihat dari adanya kegunaan, kesenangan, dan kegembiraan.

7.       Perspektif legal. Perilaku komunikasi yang legal, sa-ngat disesuaikan dengan peraturan yang berlaku dan dianggap sebagai perilaku yang etis.


Pertanyaan :

1, Apa yang dimaksud dengan nilai-nilai instrumental atau operasional dalan tingkatan nilai-nilai?

2. Apa perbedaan yang menojol diantara egoisme, deontologisme, dan utilitarianisme untuk memudahkan dalam ingatan?


Referensi : Buku Etika dan Filsafat Komunikasi Muhammad Mufid 2009

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

KONFIDENSIALITAS DAN KEPENTINGAN UMUM

Respon Paper : Fenomena Konten Prank Berkedok Sedekah dan Pola Konsumsi Media Masyarakat Indonesia

KEBENARAN DALAM ETIKA DAN FILSAFAT KOMUNIKASI