HAKIKAT FILSAFAT KOMUNIKASI
Resume buku Etika dan Filsafat Komunikasi Muhammad Mufid,2009
Kelompok 6 Ilkom C
Kioko Vibie Adzira
Nindi Anggita Febriani
Queena Adzikra A
Reza Dwi Pangestu
BAB 4
HAKIKAT FILSAFAT KOMUNIKASI
A.
A. HAKIKAT
FILSAFAT KOMUNIKASI
Filsafat komunikasi merupakan bidang
studi yang mempelajari tentang pendekatan filsafat terhadap ilmu komunikasi.
Proses komunikasi dapat dilihat dalam dua perspektif besar, yaitu perspektif
psikologis dan mekanis. Dari proses komunikasi yang begitu kompleks dan tida
sederhana tersebut, refleksi komunikasi diperlukan untuk mendapatkan perspektif
yang lebih luas dan komprehensif.
Filsafat komunikasi adalah ilmu
yang mengkaji setiap aspek dari komunikasi dengan menggunakan pendekatan dan
metode filsafat sehingga didapatkan penjelasan yang mendasar, utuh, dan
sistematis seputar komunikasi. Bidang komunikasi, meliputi komunikasi sosial,
organisasional, bisnis, politik, internasional, komunikasi antar budaya,
pembangunan, tradisional dan lain-lain.
Dengan demikian bisa dikatakan bahwa
fil-safat komunikasi adalah ilmu yang mengkaji setiap as-pek dari komunikasi
dengan menggunakan pendekatan dan metode filsafat sehingga didapatkan penjelasan
yang men dasar, utuh, dan sistematis seputar komunikasi.
Pemikiran filsafat komunikasi
merupakan pemikiran yang menyatu dengan pemikiran teori komunikasi. Beberapa
tokoh yang menjadi pemikir filsafat komunikasi adalah Richard L. Lanigan,
Stephen Littlejohn, Whitney R. Mundr.
B.
B. PEMIKIRAN RICHARD L.LANIGAN
Richard
l.lanigan membahas analisis filosofis atas proses komunikasi. Filsafat dalam
disiplin ilmu komunikasi terletak titik refleksinya.
1. Metafisika
Richard l.lanufan menyatakan bahwa metafisika
adalah studi tentang sifat dan fungsi teori tentang realitas, dalam metafisika
ini ada beberapa hal yang direfleksikan hal-hal itu antara lain :
Sifat manusia dan
hubungannya secara kontekstual dan individu dengan realita dalam alam semesta.
Sifat dan fakta
bagi tujuan,perilaku,penyebab, dan aturan.
Problema pilihan,
khususnya kebebasan versus determinisme pada perilaku manusia
Metafisika menurut Jujun s. Suriasumantri
dalam bukunya mengatakan bahwa metafisika merupakan suatu kajian tentang
hakikat keberadaan zat,pikiran,dan kaitan zat dengan pikiran. Menurut
aristoteles objek metafisika ada dua yaitu ada sebagai yang ada dan ada sebagai
yang Illahi. Penjelasan lebih lanjut oleh Prof. Dr. Delfgaauw dalam karyanya
“metafisika” sebagai berikut :
·
Ada sebagai yang
ada
Hal ini ilmu pengetahuan berusaha untuk
mengkaji yang ada itu dalam bentuk semurni-murninya, suatu benda itu
sungguh-sungguh ada dalam arti kata tidak terkena perubahan dan bisa dirasakan
dengan pancaindera.
·
Ada sebagai yang
Illahi
Hal ini menegaskan keberadaan suatu hal itu
mutlak, yang sama sekali tidak ada kaitannya pada yang lain. Dengan itu suatu
yang ada dan mutlak itu pasti kehendak Tuhan yang pasti tidak bisa dirasakan
oleh pancaindera.
2. Epistemologi
Epistemologi merupakan cabang filsafat yang
merefleksikan asal usul,hakikat, dan batasan pengetahuan manusia. Secara
dasarnya epistemologi adalah cara bagaimana pengetahuan disusun dari bahan yang
diperoleh yang dalam prosesnya menggunakan metode ilmiah. Metode ilmiah itu
sendiri adalah tata cara dari suatu kegiatan berdasarkan perencanaan yang
matang dan mapan, sistematik dan logis. Metode ilmiah dilandasi :
·
Kerangka
pemikiran yang logis
·
Penjabaran
hipotesis yang merupakan deduksi dan kerangka pemikiran
·
Verifikasi
terhadap hipotesis untuk menguji kebenarannya secara faktual
Hipotesis
sebagai deduksi dari suatu pemikiran merupakan dugaan sementara yang untuk
membuktikannya diperlukan suatu pengujian, sedangkan verifikasi berarti
penilaian secara objektif terhadap suatu pernyataan yang hipotesis.
3. Aksiologi
Merupakan cabang filsafat yang ingin
merefleksikan cara bagaimana menggunakan ilmu pengetahuan diperoleh. Dalam
hubungannya dengan filsafat komunikasi Laningan mengatakan bahwa aksiologi
kategori keempat dari filsafat studi etika dan estetika. Disimpulkan aksiologi
adalah suatu kajian terhadap apa itu nilai-nilai manusiawi dan bagaimana cara
melembagakannya.
4. Logika
Cabang filsafat yang menelaah asas dan dasar
metode penalaran secara benar dalam hal ini cara berkomunikasi lebih baik dan
benar. Logika berkaitan dengan telaah terhadap asas-asas dan metode penalaran
secara benar.pembentukan perspektif baru didasarkan 4 elemen yaitu :
·
Epistemologi,
proses mendapatkan ilmu dengan benar melalui cara,teknik, dan sarana apa yang
membantu dalam memperoleh ilmu.
·
Ontologi
asumsi-asumsi mengenai objek atau realitas yang diteliti
·
Metodologis,
asumsi-asumsi bagaimana cara memperoleh pengetahuan mengenai suatu objek
pengetahuan
·
Aksiologis
berkaitan dengan posisi value judgment, etika, dan pilihan moral peneliti dalam
suatu penelitian.
Dengan begitu ilmuan dapat mengenali dan
membedakan berbagai perspektif ilmu yang ada dalam kehidupan manusia, dan
ilmuwan juga dapat meletakkan setiap ilmu pada tempatnya masing-masing yang
saling memperkaya kehidupan manusia.
C.
C. PEMIKIRAN STEPHEN W.LITTLEJOHN
Komunikasi menurutnya dapat
digambarkan dalam marix persilangan antar tingkah laku sumber pesan dan tingkah
laku penerima pesan, sebagai berikut :
|
Perilaku Penerima Pesan |
Perilku Sumber Pesan |
||
|
Symptom simbol |
Pesan Non-Verbal |
Pesan Verbal |
|
|
Tidak diterima |
1A |
2A |
3A |
|
Diterima kemudian |
1B |
2B |
3B |
|
Diterima ketika itu |
1C |
2C |
3C |
Contoh Penjelasan Tabel
:
·
1A : Contoh perilaku ketika anda sedang
menguap tidak seorang pun melihatnya. Banyak orang beranggapan bhwa hal ini
bukan merupakan komunikasi. Atau setidaknya, mungkin dapat disebut sebagai
komunikasi intrapersonal.
·
1B: Contoh Perilaku ketika anda edang menguap, lalu teman
anda menyadari anda lelah, meskipun ia tidak memperhatikan anda pada saat itu.
·
1C: Anda menguap lalu teman anda bertanya “Apakah cerita
saya membosankan?”
·
2A: Anda melambaikan tangan ke teman,
tetapi ia tidak melihat.
·
2B: Anda melambaikkan tangan ke teman,
tetapi teman anda telat untuk merespon anda.
·
2C: Anda melambaikan tangan, saat itu
juga teman anda membalas anda.
·
3A: Anda mengirim pesan ke teman, akan
tetapi surat itu hilang sehingga pesan tidak tersampaikan.
·
3B: Seorang ibu yang memarahi putrinya
yang memberantaki ruangan, putrinya tidak mendengarkan omelan sang ibu.
· 3C: Pidato/Forum
Menurut Littlejohn, ada tiga model untuk mengetahui yang mana bentuk komunikasi dan yang mana yang bukan bentuk komunikasi, yaitu :
1.
Receiver Model : menurut model ini, 1A,2A,3A bukan termaksud komunikasi, karena pengirim
pesan walaupun hanya mengirim gejala (symptom)
bukan Message maka keduanya harus
dihitung sebagai komunikasi sepanjang yang dikirimkan sender diterima oleh receiver.
2.
Sender-receiver Model : menurut model ini, 1A,1B,1C,2A,3A bukan termaksud
komunikasi, karena pada tabel 1A,1B,1C dari sisi sender tidak mengirimkan pesan dengan sengaja, dan 2A,3A receiver tidak menerima.
3.
Communication Model : menurut model ini, 1A bukan termaksud komunikasi,
karena sender tidak mengirim pesan, receiver juga tidak menerima pesan.
Metatheory
merupakan suatu bidang yang berusaha untuk menggambarkan dan menjelaskan
persamaan dan perbedaan teori-teori. Isu-isu metateoritis sangat kompleks akan
tetapi dapat dikelompokan dalam tiga tema besar yaitu :
a.
Epistemologi
Cabang filsafat yang mempelajari
pengetahuan atau bagaimana seseorang mengetahui apa yang mereka claim sebagai
pengetahuan. Epistimologi pada
hakikatnya menyangkut asumsi mengenaihubungan antara peneliti dan yang diteliti
dalam proses untuk memperoleh pengetahuan mengenai objek yang di teliti. Dapat
dikatakan sebagi teori pengetahuan (theory
of knowledge)
b.
Ontology
Cabang filsafat yang berhubungan
dengan alam. Pada hakikatnya ontology berkaitan
dengan asumsi mengenai objek atau realitas sosial yang diteliti.
c.
Aksiologi
Cabang filsafat yang mengkaji
nilai-nilai. Bagi ilmuwan komunikasi ada tiga aksiologi yakni :
-
Apakah teori bebes nilai ?
Ilmu
penelitian bersifat netral, berupaya memperoleh fakta sebagaimana tampak dalam
dunia nyata.
-
Sejauh mana pengaruh praktik
penelitian terhadap objek yang diteliti?
Para
ilmuwan melakukan pengamatan secara hati-hati, tetapi tanpa interferensi dengan
tetap memelihara kemurnian pengamatan.
-
Sejauh mana ilmu berupaya mencapai
perubahan sosial?
Banyak
ilmuwan menganggap bahwa peranan yang sesuai untuk ilmuwan adalah menghasilkan
ilmu.
D.
D. PEMIKIRAN WHITNEY R.MUNDT
Filsafat komunikasi
menampilkan kekuatan media dan prinsip-fungsi media berikut hubungannya dengan
negara. Mundt menyatakan penjelasan keterpautan pemerintah dengan jurnalistik
dimana keseimbangan kekuatan selalu bergeser (Onong:2003)
Menurut
Mundt pers terbagi lima :
a. Otoriter : Pemerintah menerapkan
sensor dan lisensi sistem pers serta menekan kritik sehingga kekuasaan
terpelihara.
b. Sosial-otoriter : pers dimiliki
pemerintah atau partai untuk mencapai tujuan ekonomi nasional dan tujuan
filsafat.
c. Libertarian : Ketiadaan pengawasan
pemerintah untuk menjaga berkembangnya gagasan bebas.
d. Sosial-libertarian : pengawasan
pemerintah yang minimal guna menyumbat saluran komunikasi dan menjamin semangat
operasional filsafat libertarian.
e. Sosial-sentralis : Kepemilikan pemerintah atau lembaga umum dengan saluran komunikasi terbatas guna menjamin operasional filsafat libertarian.
Pertanyaan
·
Dikatakan dalam buku bahwa suatu yang ada adalah yang
seumum-umumnya dan yang mutlak, yakni Tuhan. Di dalam konsep mengenai
argumentasi rasional tentang keberadaan Tuhan yang menciptakan akal memang
untuk tujuan demikian dan mustahil karakter akal bisa berubah sehingga
berkarakter melawan atau membunuh penciptanya sendiri. Maka apa dasar pemikiran
seorang atheis hingga ia tidak percaya dengan keberadaan tuhan yang mutlak?
Apakah seorang atheis cenderung berpegangan pada sains daripada tokoh religius?
·
Pada bab 4 disebutkan bahwa terdapat 3 kubu yaitu
pradigma klasik, kritis dan konstruktif. "Kubu paradigma konstruktif dan
kritis menyatakan tidak perlu adanya
pemisahan antara nilai subjektif dan objektif karena setiap penelitian
melibatkan value judgments dan keterpihakan pada nilai tertentu". Bukannya
hal ini bertolak belakang bahwa peneleti harus bersifat netral. Apakah dengan
membawa pendapat personal dapat membuat hasil penelitian yang baik ?
Komentar
Posting Komentar