TEMA POKOK DALAM ETIKA DAN FILSAFAT KOMUNIKASI
Resume buku Etika dan Filsafat Komunikasi Muhammad Mufid,2009
Kelompok 6 Ilkom C
Kioko Vibie Adzira
Nindi Anggita Febriani
Queena Adzikra A
Reza Dwi Pangestu
BAB
5
TEMA
POKOK DALAM ETIKA DAN FILSAFAT KOMUNIKASI
A. A. Manusia
sebagai pelaku komunikasi
1. Definisi Manusia
Manusia adalah makhluk yang berakal budi (homo rationale). Menurut Aristoles (384-322 SM) sebagaimana
dijelaskan Prof.Onong (2003), manusia punya tiga anima (jiwa), yakni :
·
Anima avegatativa.roh vegetative : Makan, tumbuh,
dan berkembang biak.
·
Anima sensitiva : Mampu mengamati,bergerak,
dan bertindak.
·
Anima intelektiva : Berpikir dan berkehendak.
Pemikiran
Aristoles tampaknya termasuk dalam konvergensi, yakni penggabungan tiga aliran
besar tentang manusia. Ketiga aliran tersebut, yaitu :
a.
Materialisme : Aliran yang melihat manusia
pada fisiknya.
b.
Idealisme : Keberadaan manusia adalah pada
ide.
c.
Eksistensialisme : Aliran ini melihat manusia pada
eksistensinya, yakni sejauh mana keberadaannya diakui oleh masyarakat
sekitarnya.
2. Kritik Eksistensialisme Terhadap Materialisme
Aliran eksistensialisme menentang aliran materialisme yang
berpendapat bahwa manusia hanyalah benda saja. Menurut kaum eksistensialis,
kesalahan aliran materialisme terletak pada pandangan materialisme yang
mendetolisasi manusia, memungkiri totalitas manusia. Memang benar, bahwa
manusia mempunyai jasmani,materi, tetapi jasmani dan materi itu hanyalah aspek
saja, bukan keseluruhan manusia. Semuanya itu tidak bisa diterangkan dengan
teori materialisme. Dengan kata lain, materialisme bertentangan dengan
realitas. Jadi salah, dan kesalahan ini ialah bahwa suatu aspek disamakan dengan
keseluruhan, aspek jasmani dianggap sebagai manusia keseluruhan.
3. Kritik Eksistensialisme Terhadap Idealisme
Idelisme menganggap manusia adalah sesuatu yang berpikir, suatu
pikiran saja. Dan pikiran ini merupakan suatu aspek, aspek mana dilupakan oleh
materialisme, dan sebaliknya dilebih-lebihkan oleh idealisme. Menurut aliran
eksitensialisme, keslahan idealisme ialah bahwa idelisme memandang manusia
hanya sebagai subjek, dan akhirnya sebagai kesadarab semata-mata. Sebaliknya
materialisme hanya mau melihat manusia sebagai sebuah objek.
Jadi, menurut eksistensialisme, manusia bukanlah hanya objek
sebagaimana menjadi pandangan ajaran materialisme, tteapi juga bukan hanya
subjek atau kesadara, seperti anggapan kaum idealiseme. Manusia adalah
eksistensi. Eksistensi bukan hanya berate “ada” atau “berada”. Manusia dalam
keberadaannnya itu sadar akan dirinyasedang berada, berada di dunia dan
menghadapi dunia, sebaga subjek yang menghadapi objek, bersatu dengan realitas
sekitarnya. Kesadaranlah yang merupakan aspek yang menyebabkan keistimewaan
manusia, yang tidak terdapat pada makhluk dari barang lain.
Adapun persona itu terbina dalam kehidupan bersama dan dengan
kehidupan bersama dengan orang lain. Persona berkembang menuju kesempurnaan
berdasarkan pengalaman berkomunikasi antara manusia. Dan ia selalu dalam
perjalanan untuk menjadi persona yang sempurna, untuk berkomunikasi lebih
sempurna. Personalah yang merupakan factor yang membedakan manusia dengan
makhluk infra-human. Hanyalah manusia
yang mampu mengadakan self-reflection.
Pada pokoknya sifat spiritual atau rohanilah yang menyebabkan manusia berbeda
dengan alam infra-human, karena
manusia pada hakikatnya adalah seorang persona, sedangkan makhluk lainnya
bukan.
4. Ethos,Pathos,Logos
Ketiga
konsep ini memang awalnya dikembangkan dalam konteks komunikasi retorika atau public speaking.
·
Ethos : Sumber kepercayaan yang ditunjukan oleh
seseorang komunikator bahwa ia memang pakar dalam bidangnya, sehingga dapat
dipercaya. Factor ethos lainnya
adalah track record, yakni rekam
jejak seorang terhadap suatu bidang.
·
Pathos : Tampilan emosi, komunikator harus
memunculkan semangat dan gairah berkomunikasi.
·
Logos :
Argumentasi komunikasi harus
masuk akal, guna meyakinkan audience yang dituju oleh satu pesan.
5. Komunikator Humanitis
Komunikator humanitis adalah diri seorang yang unik dan otonom,
dengan proses mental mencari informasi secara aktif, yang sadar akan dirinya
dan keterlibatannya dengan masyarakat, memiliki kebebasan memilih, dan
bertanggung jawab terhadap perilaku yang diakibatkan. Teori humanistic
bertujuan menggambarkan teori perilaku manusia sederhana dan berdiri sendiri. Stimulus response atau rangsangan dan
tanggapan yang menyatakan bahwa objek hanya memberikan respon tersebut
tergolong dalam jenis perilaku tertentu yang disebut norma. Seorang komunikator
humanistik memiliki empat ciri, yakni :
a.
Berpribadi
: Aspek yang paling penting dari pandangan humanistic adalah pandangan
pandangan sebagai sebagai diri seseorang.
b.
Unik : Diri seseorang sebagaimana manusia
yang berpribadi adalah unik, lain dari yang lain. Kekhasan dan keunikan itu
merupakan ciri yang paling bernilai.
c.
aktif : sistem yang aktif dan berisinambungan
menanggapi dan menciptakan perangsang yang cocok untuk kita. Bukan hanya itu
sebagai sistem yang aktif kita harus mencari informasi atau menciptakan
informasi.
d.
sadar
diri dan keterlibatan sosial : orang yang sadar diri dirinya dan terlibat
sosial akan dapat menentukan mengapa ia berprilaku seperti ia lakukan, jika
kita dapat menunjukan tujuan kita untuk melaksanakan humanistik kita.
Dari keempat ciri itu memiliki
perbedaan dengan tiga asumsi pokok mengenai sifat dasar manusia menurut aliran
behavioristik, yakni :
·
Asumsi yang menyatakan bahwa perilaku
dipelajari dengan membentuk asosiasi (kebiasaan)
·
Asumsi yang menyatakan bahwa manusia pada
dasarnya bersifat hedonistik (mencari kesenangan dan menghindari kesulitan)
·
Asumsi yang menyatakan bahwa perilaku
ditentukan oleh lingkungan
B. B. TEKNOLOGI KOMUNIKASI
Perkembangan
teknologi komunikasi yang terjadi memang cukup menakjubkan, khususnya dalam
bidang teknologi terutama dalam hal informasi dan komunikasi. Semula dengan
ditemukannya berbagai perangkat sederhana, mulai dari telepon, yang berbasis
analog, maju dan berkembang terus hingga muncul berbagai perangkat elektronika
lainnya.telepon ditemukannya pada tahun 1876, untuk mengirimkan suara, dan
salah satu penerapan konsep analog, juga memberikan kontribusi yang tidak
sedikit terhadap perkembangan teknologi.
Disusul
penemuan selanjutnya komputer. Komputer pertama kali diperkenalkan adalah ENIAC
II, diinstalasi dan digunakan pada tahun 1946, setelah perang dunia II.
Komputer ini sebuah rangkaian elektrotika lampu tabung seberat 20 ton.
Perkembangannya juga cukup menakjubkan, baik dalam ukuran dan kemampuan kerjanya
(Muhammad Mufid: 2005). Komputer tidak hanya untuk melakukan proses yang
berhubungan dengan pengeolahan perhitungan dan database, tetapi juga mampu
dalam hal berkomunikasi dengan penggunanya lainnya yang menggunakan perangkat
yang tadinya masih merupakan pemisahan segi fungsi.
Sejak
tahun 1988, internet tumbuh secara eksponensial. Istilah internet pada mulanya
diciptakan oleh para pengembangnya karena mereka memerlukan kata yang dapat
menggambarkan jaringan dari jaringan yang saling terkoneksi yang tengah mereka
buat. Internet merupakan kumpulan orang dan komputer di dunia yang seluruhnya
terhubung oleh bermil-mil kabel dan saluran telepon, masing-masing pihak juga
dapat berkomunikasi karena menggunakan bahasa yang umum dipakai.
1.
Ambivalensi teknologi komunikasi
Teknologi
media massa memiliki kekuatan untuk mempengaruhi pola pikir rata-rata
audiensnya. Penggunaan teknologi sebagai wahana komunikasi sudah dilakukan oleh
manusia sejak tahun 20000 SM dalam bentuk pahatan di dinding gua atau asap api
sebagai simbol komunikasi. Rata-rata orang terpengaruh oleh media karena ia
mengalami keterputusan dengan institusi sosial yang sebelumnya justru
melindungi efek negara media.
2.
Apakah teknologi itu netral?
Jika
melihat dari hukum fisika dan ilmu pengetahuan dengan sepanjang perkembangannya
dapat dikatakan kalau teknologi itu sistem tertutup atau kata lain kebendaan.
Tetapi, melihat teknologi dari sosial-politik yang melingkupinya maka teknologi
tidak lagi bebas nilai bukan lagi benda mati tapi teknologi sistem terbuka yang
sensitif terhadap perubahan struktur meso dan struktur makro yang
melingkupinya.
Marshal
McLuhan pakar komunikasi dari Kanada ada dua kemungkinan pengaruh perkembangan
teknologi komunikasi, yakni :
·
Global village mengatasi hambatan jarak dan
waktu untuk saling berinteraksi di mana pun dan kapan pun.
·
Global pillage menciptakan ketergantungan
pengalihan nilai filosofi dengan menempatkan teknologi sebagai tujuan, bukan
alat.
3.
Aspek teknologi menurut Arnold Pacey di buku
the culture of technology tahun 1984 ada tiga aspek yakni :
Technical aspect (aspek teknis) : pengetahuan,
skill, teknik, mesin, unsur kimia, bahan bakar, produk, dan limbah.
Cultural aspect (aspek kultural) : tujuan,
nilai, kode etik, keyakinan, kesadaran, dan kreativitas.
Organizational aspect (aspek organisasi) :
ekonomi dan industri, aktivitas profesi, dan pengguna dan konsumen, dan
persatuan dagang.
4.
Teknologi komunikasi dan masyarakat informasi
Sebelum
terbentuknya masyarakat informasi terlebih dahulu mengalami fase masyarakat
pre-agriculture, masyarakat agriculture, masyarakat industri, baru masyarakat
informasi.
Pada fase
pertama, kegiatan manusia adalah bercocok tanam dan berburu dengan
perlengkapan seadanya dilakukan tanpa pola (nomaden).
Fase kedua, agriculture, kegiatan utama masyarakat adalah bertani serta memasar
hasil bumi untuk ditukar dengan kebutuhan lainnya. Fase ketiga, masyarakat industri, ditandai penemuan mesin shingga
produksi bisa dulakukan dengan masif. Banyak tenaga kerja tersedot kedalam
sektor pabrik.
Bila
dilihat cirinya, Indonesia belum bisa disebut era masyarakat informasi. Mungkin
kalau pada tarah sudah memulai , terutama yang tinggal di kota besar.
Ada sejumlah faktor mendorong terbentuknya masyarakat informasi :
a. Konvergensi Teknologi
Konvergensi teknologi adalah penyatuan teknologi
sehingga membentuk media komunikasi baru. Misal teknologi penyiaran menyatu
dengan teknologi internet menjadi televisi internet. konvergensi teknologi
membuat masyarakat mempunyai varian teknologi komunisi lebih banyak, tergantung
pada kemampuan dan ketersediaan jaringan.
b. Berkembangnya Internet
Internet sudah masuk desa. Walaupun penetrasi masih
terbatas perkembangan menunjukan grafik yang pesat. Sifat real time internet dengan audiens yang tak terbatas membuat
sebagian garda terdepan pembentukan masyarakat informasi. Bahkan informasi yang
rahasia bisa tersebar melalui internet.
c. Digitalisasi
Digitalisasi adalah konversi data sehingga dapat
dibaca komputer. Tren ini adalah syarat mutlak agar data dapat didistribusikan
lewat internet dan jaringan computer lainnya. Digitalisasi memungkinkan
informasi cepat tersebar dan bisa disimpan sehingga dapat bisa dapat diakses
kembali dengan lebih cepat dan fleksibel.
d. Konvergensi Media
Konvergensi media tidak lepas dari konvergensi
teknologi, jika tidak menitikberatkan pada teknologi maka konvergensi media
lebih menitikberatkan pada konten. Contoh TV berkonvergensi dengan surat kabar,
artinya kedua media melakukan kerja sama dalam hal konten sehingga saling
mengisi,
e. Merger Industri
Merger industri dalam dunia komunikasi massa tidak
dapat dielakkan lagi, perkembangan dan putaran capital dalam industri media
massa sangat menjanjikan. Terlebih penguasa media memberi nilai lebih selain
faktor akumulasi capital, yakni diperolehnya privilege politis. Menguasai media
dapat memperoleh keuntungan finansial dan dapat turut menentukan opini
masyarakat.
5. Ekses Teknologi Komunikasi
Perkembangan teknologi ibarat pisau bermata dua. Satu
sisi membawa manfaat, sisi lain membawa bahaya. Ekses (pengaruh negatif) dari
perkembangan teknologi :
a. Perubahan gaya hidup
Teknologi merubah gaya
hidup, seperti perubahan apa yang dibutuhkan (need), menjadi apa (want) begitu
sebaliknya. Seseorang tidak sadar apa yang ia inginkan sebenarnya merupakan
kebutuhan. Masyarakat terperangkap iming-iming teknologi tanpa sadar apa yang
ia cari. Contoh seseorang membeli handphone untuk berkomunikasi tetapi ia juga
memperhatikan fashion dan pencitraan teknologi tersebut.
b. Tantangan Karier
Perkembangan teknologi
menuntut seseorang menguasai perkembangan tersebut dan menguasai update
teknologi. Hal ini mengakibatkan bagi yang tidak mengikuti perkembangan
teknologi akan ditinggalkan kompetitor, sedangkan untuk terus berhubungan
dengan perkembangan teknologi, dibutuhkan biaya dimana sebagian besar
masyarakat belum terjangkau. Masyarakat lebih memperhatikan perkembangan harga
beras misalnya dibandingkan perkembangan teknologi.
c. Perubahan regulasi
Regulator dituntut
untuk merevisi aturan yang tidak sesuai dengan perkembangan teknologi.
Sejatinya regulator harus memiliki independensi. Namun perkembangan teknologi
memaksa regulator terus menerus
menyesuaikan aturan yang berlaku agar sesuai dengan perkembangan teknologi.
Masalahnya adalah apakah user, konsumen dan masyarakat akan selalu merasa cocok
dengan perubahan atau tidak.
d. Pergeseran kekuatan
Kekuatan berada di
pihak yang menguasai teknologi komunikasi. Contoh Indonesia secara demografis
lebih besar dari singapura. Namun industri telekomunikasi Indonesia dikuasai
Singapura dalam bentuk saham di Telkomsel dan Indosat. Sejatinya kekuatan kita
turut ditentukan singapura.
6. Berbagai Paradigma dalam Teknologi
Komunikasi
a. Determinisme Teknologi
Asumsi
determinisme teknologi bahwa teknologi merupakan kekuatan kunci dalam mengatur
masyarakat. Struktur sosial dibentuk oleh materialitas teknologi. Teknologi
diciptakan guna mengatasi keterbatasan fisik manusia (instrumentalism). Parameter teknologi adalah efektivitas dan
efesiensi dalam mencapai tujuan. Determinisme teknologi memiliki 2 premis yang
bermasalah : (1) teknologi berkembang unlinear, padahal berkembang secara
multilinear, (2) masyarakat harus tunduk pada perubahan dalam dunia teknologi.
Hal ini menandakan masyarakat tidak perlu cukup alasan untuk melakukan
perubahan, tapi melulu berdasar pertimbangan teknologi.
b. Fenomenologi
Teknologi
Fenomenologi
adalah memahami teknologi dalam kaitannya dengan fenomena sosial
melingkupi teknologi. Ada tiga lingkup sosial : mikro, meso dan makro. Mikro
merujuk pada tataran internal dimana teknologi bekerja. Meso adalah kondisi
sosial level lokal-regional yang mampu mempengaruhi teknologi. Mikro merupakan
tataran global yang memberi pengaruh terhadap perkembangan teknologi.
c. Otoriterianisme
Melihat cara pengelolaan teknologi media sebagai
medium komunikasi massa terdapat tiga paradigma; otoriterianisme , liberal, dan
tanggung jawab sosial. Otoriterianisme termasuk paradigma tertua. Teknologi
media otoriter menempatkan media sebagai alat propaganda pemerintah. Fungsi
teknologi media yaitu menjustifikasi kebenaran negara tentang persoalan yang
muncul di kehidupan masyarakat. Dalam otoriterianisme teknologi media dapat
mengeluarkan kritik selama tidak bertentangan dengan kepentingan status quo. Perizinan media teknologi
berada di tangan pemerintah. Izin dapat dicabut secara sepihak setiap saat, dan
sensor media dilakukan dengan ketat. Contoh otoriterianisme terjadi pada masa era orde baru
d. Liberalisme
Paradigma
liberal adalah antitesa paradigma
otoriterian. Teknologi media tidak menjadi alat pemerintah dan bisa dimiliki
secara pribadi. Hukum industrial membuat kepemilikan media menjadi otoritas
pemodal besar. Kepentingan pemodal, pertama adalah akumulasi keuntungan dan
privilege sosial politik, kemudian kritik sosial. Dalam sistem liberal, kontrol
media teknologi ada di pemilik modal. Teknologi media Indonesia dan dunia secara
keseluruhan dipengaruhi iklim liberalism media teknologi .
e. Tanggung Jawab Sosial
Paradigma tanggung
jawab sosial adalah pengembangan sekaligus kritik terhadap pardigma liberal.
Prinsip dimana teknologi media harus dilepaskan dari intervensi pemerintah tetap
dipertahankan. Namun muncul sensibilitas besar terhadap dampak buruk teknologi
media liberal, yakni kepemilikan media monopolistic dan dampaknya terhadap
potensi manipulasi informasi oleh kekuatan modal. Sinilah filosofi Idiversity
of ownership dan diversity
of content berakar.
7. pemikiran Jaques Ellul tetang Teknologi
Komunikasi
Jaques Ellul
(1912-1994) pemikir Jerman mencoba memetakan teknologi komunikasi massa dalam
tatanan filosofis. Pokok pikirannya ia mengatakan kekuatan sosial baru menjadi
kebutuhan manusia. Perkembangan televisi Indonesia dan AS berbeda dimana siaran
tv pertama AS dilakukan pada tahun 1939 oleh NBC dan CBS dimana keduanya
memulai secara komersil. Sedangkan Indonesia dimulai dengan TV publik (TVRI)
kemudian diikuti tv komersil (RCTI). NBC uji coba penyiaran pada April 1935
dari atap gedung empire state building. CBS tahun 1937 mengalokasikan dana US$2
juta untuk uji coba sistem TV, dan berhasil melakukan siaran publik tahun 1939.
Kemudian
perkembangan TV sempat terhambat saat perang dunia II karena komponen tv
dialokasi ke industri perang. Tahun 1945 setelah perang dunia II muncul
teknologi penyiaran yaitu kabel coxial oleh
AT&T. tahun 1948 set televisi AS mencapai 50 buah lalu FCC menghentikan
izin stasiun tv baru. Setelah frekuensi ditata ulang FCC mengizinkan kembali
operasional stasiun tv baru sehingga terjadi kelonjakan mencapai 180 buah empat
tahun setelah pembekuan dan jumlah pesawat televisi meroket hingga 25 juta di
tahun 1952. Menurut Ellul booming teknologi
televisi telah menyebabkan terlepasnya keterikatan antara satu manusia dengan
manusia lainnya, dan terlepasnya antara masyarakat dan sifatnya. Kita tidak
bisa hidup tanpa teknologi, disaat yang sama kita harus menghadapi resiko dan
konsekuensi yang dibawa teknologi. Teknologi komunikasi menyebabkan terjadinya
propaganda yaitu pola komunikasi bersifat politis dan komersial yang hampir tak
terasa gejalanya.
. C. KOMUNIKASI EFEKTIF DAN STRATEGI
KOMUNIKASI
Tidak
peduli seberapa berbakatnya seseorang, kesuksesan tidak pernah diperoleh tanpa
penguasaan keterampilan komunikasi yang efektif. Willbur Schramm menyebut “ the conditions of success in communication”
dimana kondisi harus dipenuhi jika pesan yang ingin disampaikan bisa mendapatkan
tanggapan yang diinginkan. The
Conditions of Succes in Communication meliputi :
-
Pesan
dirancang dan disampaikan sedemikian rupa agar dapat menarik perhatian
komunikan.
-
Pesan
menggunakan lambang yang memiliki pengertian sama antara komunikator dan
komunikan agar sama-sama mengerti.
-
Pesan dapat
menumbuhkan kebutuhan pribadi komunikasi sekaligus menyediakan alternative
mencapai kebutuhan tersebut.
-
Pesan
berkaitan dengan kebutuhan kelompok dimana komunikan berada.
1. Komunikasi Efektif menurut Stephen Covey
Menurut Stephen R.
Covey komunikasi merupakan keterampilan paling penting dalam hidup. komunikasi
dianggap sebagai hal yang otomatis terjadi begitu saja. Sehingga kita tidak
memiliki kesadaran untuk melakukannya dengan efektif.
Keterampilan
untuk mendengar tidak pernah diajarkan atau dipelajari dalam proses
pembelajaran sekolah formal maupun informal. Covey menenekankan konsep interpendency untuk menjelaskan hubungan
antarmanusia. Unsur paling penting dalam komunikasi yaitu pada karakter dan bagaimana menyampaikan
pesan pada penerima. Jika kata-kata atau tulisan dibangun dari teknik hubungan
manusia yang dangkal (etika kepribadian), bukan dari diri yang paling dalam
(etika karakter) orang akan membaca sikap kita. Jadi syarat utama komunikasi
efektif yaitu karakter yang kukuh yang dibangun dari fondasi integritas pribadi
kuat.
Analogi sistem bank.
Jika mendepositokan kepercayaan (trust)
ini akan tergambar dalam perasaan aman yang kita miliki ketika berhubungan
dengan orang lain. Jika membuat deposito dalam rekening bank emosi dengan melalui integritas, sopan santun, kebaikan
hati, kejujuran dan memenuhi setiap komitmen berarti menambah cadangan kepercayaan.
Kepercayaan menjadi tinggi dan jika melakukan kesalahan dalam kondisi tertentu
masih dapat dipahami dan dimaafkan karena adanya kepercayaan. Ketika kepercyaan
tinggi komunikasi menjadi mudah, cepat, dan efektif.
Berusaha benar-benar
mengerti orang lain termasuk dasar emphatic
communication (komunikasi empati). Komunikasi dengan orang lain biasanya
dalam salah satu dari empat tingkat. Mungkin mengabaikan orang lain dengan
tidak serius membangun hubungan baik. Berpura-pura. Secara selektif berkomunikasi
pada saat memerlukannya atau membangun komunikasi yang atentif (penuh
perhatian) tetapi tidak benar berasal dari dalam diri. Bentuk komunikasi
tertinggi adalah komunikasi empati. Yaitu melakukan komunikasi untuk mengerti
orang lain terlebih dahulu, memahami karakter dan maksud/tujuan atau peran
seseorang. Kebaikan dan sopan santun kecil adalah hal besar. Memnuhi komitmen
atau janji adalah deposito besar, jika melanggar penarikan besar. Penyebab
hampir semua kesulitan di hubungan berada di harapan yang bertentangan atau
berbeda peran dan tujuan. Harapan harus dinyatakan secara eksplisit.
Meminta maaf tulus ketika membuat penarikan.
Integritas pribadi menghasilkan kepercayaan dan dasar dari banyak jenis
deposito yang berbeda. Integritas adalah fondasi utama membangun komunikasi
efektif. Tidak ada persahabatan atau teamwork
tanpa kepercayaan (trust), dan tidak
ada kepercayaan tanpa integritas. Integritas mencakup lebih dari sekadar
kejujuran (honesty). Kejujuran
mengatakan kebenaran atau menyesuaikan kata-kata dengan realitas. Integritas
adalah menyesuaikan realitas dengan kata-kata kita. Integritas bersifat aktif
sedangkan kejujuran sifatnya pasif.
Covey dalam “The
7 Habits of Highlt Effective People” memberi panduan bagaimana menjadi
komunikator yang baik melalui penguasaan kebiasaan perilaku untuk menjadi
manusia efektif:
1) Proaktif
Menurut Covey, kehidupan tidak berjalan dengan
sendirinya. Sebaliknya kita yang menentukan bagaimana hidup berjalan.
Kebahagiaan dan kesedihan, sukses, gagal, berani, taku adalah pilihan. Demikian
setiap situasi menyediakan pilihan baru sekaligus menyediakan kesempatan
berbeda untuk membuat hasil lebih positif. Sikap proaktif berkaitan dengan
pengambilan tanggung jawab dalam hidup. Tidak boleh terus-menerus menyalahkan
orang tua atau orang lain atas apa yang menimpa diri. Manusia proaktif akan
selalu paham, tidak boleh menyalahkan faktor genetika, lingkungan, kondisi atau
perilaku.
Sebaliknya manusia proaktif sikap dan perilakunya
terpengaruh dengan kondisi fisik. Mereka memiliki kebebasan atas perilaku, tak
masalah kondisi fisik yang dihadapi. Manusia proaktif selalu merasa baik walau
cuaca tidak baik, sebaliknya manusia reaktif akan merasa tidak baik dalam cuaca
tidak baik. Kemampuan menentukan perilaku secara bebas yang dimiliki manusia
proaktif tercermin lewat bahasa yang digunakan seperti “saya bisa”, “saya
ingin”. “saya lebih suka”. Sebaliknya manusia proaktif lebih memilih bahasa
“saya tidak bisa”, “saya harus”, “jika saja”. Manusia reaktif merasa tidak
bertanggung jawab atas perkataan atau perlakuan mereka.
2)
Rencanakan sesuatu dengan tuntas dalam pikiran
Habit nomor dua ini didasarkan pada imajinasi, yakni kemampuan manusia untuk
melihat apa yang belum terjadi. Membuat rancangan dulu kemudian penciptaan
fisik.
3)
Membuat prioritas
“Put
first things first”. Menurut Covey, hal yang uta-ma adalah apa yang secara
personal memiliki har ga yang paling tinggi, yang dalam konteks Covey ada-lah
hubungan personal (personal relationship)
4)
Berpikir menang-menang
merupakan
karakter yang didasarkan pada kode etik berinteraksi dan bekerjasama dengan
orang lain. Pola pikir menang-menang melihat hidup bukan kompetisi, melainkan
kooperasi (bekerjasama). Maka yang dicari adalah relasi yang mutual (saling
menguntungkan).
5)
Memahami, bukan dipahami
Kunci
untuk memahami orang lain adalah men-dengarkan apa yang orang lain katakan.
Kita akan mendengarkan orang lain berbicara dengan frame pikiran kita, sehingga
makna keseluruhan yang disampaikan orang lain tersebut menjadi tidak diterima
dengan utuh. Kita bahkan memfilter apa yang kita dengar dengan pengalaman,
minat, dan ke-pentingan kita.
6)
Sinergi
Sinergi
dilakukan untuk menghasilkan kerjasama yang kreatif. Sinergi meng-hasilkan
kebersamaan yang bisa memproduksi hasil yang lebih baik dibandingkan secara
individual.
7)
Memanfaatkan aset yang dimiliki
Aset yang
dimaksud Covey adalah fisik, sosial/emosional, mental, dan spiritual.
Keseluruhan aset tersebut harus secara terus-menerus diasah sehingga
mendatangkan hal-hal positif secara maksimal.
2.) “Reach” sebagai Hukum
Komunikasi Efektif
Ru-musan
“reach” adalah salah satu jenis strategi
komunikasi efektif. “reach” mencerminkan esensi dari komunika-si itu sendiri
yang secara harfiah berarti “merengkuh” atau “meraih”. Reach sendiri kepanjangan
dari Respect,Empathc,Audible,Clarity, dan Humble.
a. Respect
Hukum pertama dalam mengembangkan komunika-si yang efektif adalah
sikap menghargai setiap individu yang menjadi sasaran pesan yang kita
sampaikan.
b. Empathic
Empati adalah kemampuan kita untuk menempat-kan diri kita pada
situasi atau kondisi yang dihadapi oleh orang lain. Salah satu prasyarat utama
dalam memiliki sikap empati adalah kemampuan kita untuk mendengar-kan atau
mengerti terlebih dahulu sebelum didengarkan atau dimengerti oleh orang lain.
c. Audible
Makna dari audible antara lain: dapat didengarkan atau dimengerti
dengan baik. Jika empati berarti kita ha-rus mendengar terlebih dahulu ataupun
mampu mene-rima umpan balik dengan baik, maka audible berarti pe-san yang kita
sampaikan dapat diterima oleh penerima pesan. Hukum ini mengatakan bahwa pesan
harus disam-paikan melalui media atau delivery channel sedemikian hingga dapat
diterima dengan baik oleh penerima pesan.
d. Clarity
Selain bahwa pesan harus dapat dimengerti dengan baik, maka hukum
keempat yang terkait dengan itu ada-lah kejelasan dari pesan itu sendiri
sehingga tidak menim-bulkan multi-interpretasi atau berbagai penafsiran yang
berlainan. Karena kesalahan penafsiran atau pesan yang dapat menimbulkan
berbagai penafsiran akan menim-bulkan dampak yang tidak sederhana.
e. Humble
Hukum kelima dalam membangun komunikasi yang efektif adalah sikap
rendah hati. Sikap ini merupakan un-sur yang terkait dengan hukum pertama untuk
memba-ngun rasa menghargai orang lain, biasanya didasari oleh sikap rendah hati
yang kita miliki.
3. “Know
Your Audience”
Faktor berikutnya yang merupakan penunjang efek-tivitas komunikasi
adalah mengetahui audiens (
know your audience), terutama aspek yang ada pada audiens seperti
berikut ini:
·
Timing (waktu) yang tepat untuk suatu pesan.
Faktor timing sangat menentukan keberhasilan
ko-munikasi, tidak hanya dalam konteks komunikasi interpersonal tapi juga dalam
konteks komunikasi lainnya.
·
Bahasa yang harus digunakan agar pesan dapat
di-mengerti.
Contoh sangat baik dari point ini yaitu setiap
kali di Mesir dilancarkan kampanye Keluarga Berencana yang dilakukan oleh
Unesco. Agar pesan sampai kepada kelompok buta huruf, kampanye dilakukan
melalui poster gambar.
·
Sikap dan nilai yang harus ditampilkan agar
efektif.
Jalaluddin menunjukkan bahwa menurut teori
cognitive consistency dari Frits Heider, manusia selalu berusaha mencapai
konsistensi dalam sikap dan prilakunya.
·
Jenis kelompok di mana komunikasi akan
dilaksana-kan.
Contoh dari poin ini adalah trend penunjukan
berba-gai duta atau goodwill ambassador dari kalangan artis dari berbagai
organisasi baik swasta maupun instan- si pemerintah merupakan bagian dari upaya
me ng-efektifkan komunikasi, sehingga pesan yang disampai-kan dapat diterima
dengan lebih baik dan oleh lebih banyak audiens.
4. Faktor
pada Komunikator
Sedangkan pada sisi komunikator ada dua hal yang harus
diperhatikan, yakni source credibility dan source attractiveness.
Source credibility, yaitu sumber kepercayaan sehing-ga apa yang
disampaikan akan dipercaya oleh orang lain. Source attractiveness
, yakni hal-hal yang bisa men-datangkan ketertarikan sehingga
komunikan akan mem-perhatikan pesan yang kita sampaikan. Hal ini bisa
ber-sumber pada:
• Ada kesamaan antara komunikator dan komunikan.
• Kesamaan ideologi lebih kuat dibandingkan kesama-an demografi.
• Komunikator harus bisa menyamakan diri dengan ko munikan agar
timbul simpati.
5.
Hambatan Komunikasi
Untuk maksimalisasi efektivitas komunikasi, maka se jumlah
hambatan harus diperhatikan, yakni:
a.
Gangguan komunikasi
b.
Kepentingan (interest)
c.
Motivasi terpendam
d.
Prasangka
6. Evasi
Komunikasi
Evasi komunikasi adalah pembelokan komunikasi, baik disengaja
maupun tidak. Bila dibiarkan, maka tu-juan komunikasi pasti tidak akan
tercapai. Evasi komu-nikasi meliputi:
a.
Menyesatkan pengertian
Seperti dalam konflik antara Mahkamah Agung
(MA) dan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) beberapa waktu lalu tentang biaya
perkara.
b.
Mencacatkan pesan komunikasi
Seperti dalam pesan berantai, pesan akan
berubah-ubah. Maka, komunikasi yang efektif akan memini-malisir rantai pesan.
c.
Mengubah kerangka referensi
Seperti dalam media massa yang masing-masing
me-nulis sesuai dengan visi dan misi yang dianut.
Pertanyaan
1.
Pada penjelasan di buku "apakah teknologi
netral?" Terdapat penjelasan teknologi itu sistem tertutup, maksud dari
sistem tertutup itu apa ya mba Isti?
2.
jika seseorang memilki aliran
eksistensialiasime yaitu menyadari keberadaannya diakui oleh masyarakat
mungkinkah seseorang itu juga dapat memiliki sifat materialisme secara
bersamaan?
Komentar
Posting Komentar