Respon Paper : Ancaman Peningkatan Berita Hoax Mengenai Kesehatan di Sosial Media

 Nindi Anggita Febriani - 2019041059

I.                    Latar Belakang

Manusia diciptakan sebagai makhluk sosial yang terus memerlukan bantuan orang lain. Selain itu, manusia juga saling berinteraksi dengan individu lainnya dengan bertukar informasi. Jika disimpulkan manusia tidak akan pernah berhenti untuk mencari informasi terbaru, baik melalui media massa seperti televisi, radio, ataupun platform lainnya. Dengan munculnya berbagai pembaharuan kemajuan teknologi yang semakin canggih memicu seluruh individu di muka bumi ini dapat mengutarakan pendapat apapun yang di inginkan. Terkadang, manusia memberikan informasi dengan latar belakang pengalamannya saja tanpa ada kajian lebih lanjut. Studi kasus yang akan di bahas dalam paper ini mengenai bijaknya dalam menggunakan sosial media. Seperti kita ketahui sosial media memiliki cakupan yang cukup luas bahkan bukan hanya dalam suatu negara tetapi, bisa menjangkau seluruh negara yang memiliki akses internet. Dengan begitu,  dalam paper yang saya angkat ini guna memberikan arahan untuk pengguna atau user sosial media untuk lebih berhati-hati dalam mengutarakan informasi di platform pribadi dan harus berani bertanggung jawab. Kebenaran harus selalu ditegakan dalam menyampaikan informasi atau pendapat, bukan hanya itu saja harus dikuatkan dengan sumber yang verified seperti buku, jurnal, ungkapan para ahli dan sebagainya yang di mana mereka pastinya sudah melalui tahap pengujian untuk menemukan kebenaran dan dipastikan sudah konkrit kebenarannya. Kata “kebenaran” dapat digunakan untuk menjelaskan suatu kata benda yang sudah dianggap konkrit maupun bentuk abstrak. Apabila subyek hendaknya menyampaikan kebenaran dapat diartikan bahwa proposisi yang dianggap benar. Proposisi merupakan makna yang telah dikandung dalam sesuatu pernyataan. Selanjutnya, apabila subyek menyatakan kebenaran, proposisi yang telah diuji pasti memiliki kualitas yang baik, serta sifat atau karakteristik dan nilai. Oleh sebab itu kebenaran itu tidak dapat terlepaskan dari kualitas, sifat, hubungan dan nilainya itu sendiri (Dr. Abdul Chalik, 2015 :47)

II.                  Isi

Di lansir dari artikel berita liputan 6 yang berisikan mengenai penyebaran berita hoaks dari platform facebook mengenai kesehatan. Liputan 6 yang memiliki citra baik di mata khalayak sebagai media yang terpercaya dalam menyampaikan informasi dengan jurnalis atau wartawan profesional dan mampu membuka pemikiran khalayak emnjadi lebih luas lagi. Dengan kejadian tersebut, liputan 6 berupaya untuk mendongkrak kesalahpahaman khalayak mengenai berita hoaks mengenai kesehatan tersebut. Dalam artikelnya liputan 6 memberikan kebenaran dengan menanyakan langsung kepada pakar kesehatan ini termasuk kedalam kebenaran dapat dilihat dari berbagai teori salah satunya yaitu teori koherensi dimana teori ini merupakan suatu pengetahuan, teori, pernyataan, dan proposisi atau hipotesis akan dinyatakan benar jika ada yang sejalan antara pengetahuan, teori, pernyataan, proposisi atau hipotesis (suhartono suparlan, 2007:93).

Di dalam artikel tersebut menjelaskan mengenai permasalahan yang masih terjadi bahkan terus meningkat yaitu tersebarluaskan berita hoaks atau berita palsu mengenai kesehatan yang semakin meningkat penyebaran hoaksnya. Selain itu, di dalam artikel itu mengandung beberapa kalimat penjelasan yang tidak etis dan bahkan tidak masuk kedalam nalar manusia, salah satu informasinya akan memfokuskan kepada penjelasan mengenai “klaim meminum air dapat memicu penyakit jantung” jika berpikir secara logis mengenai berita yang disampaikan tidak benar adanya seperti kita ketahui meminum air putih dengan prosi yang banyak dapat memberikan banyak sekali manfaat yang diperlukan oleh tubuh manusia. Menurut penjelasan Nadya Prameski Putri dan Anis Fuadah Z2 1,2 Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta (UIN) menyatakan bahwa minum air putih memberikan banyak sekali manfaat salah satunya ialah Manusia memerlukan banyak air minum guna membantu membersihkan saluran makanan kemarin dari kotoran makanan masih tersisa. Apabila manusia tidak mengkonsumsi air tidak sesuai dengan porsinya secara teratur, ginjal akan sulit sekali untuk bekerja secara optimal dan bisa menghasilkan urin yang berwarna kuning pekat. Hal tersebut yang mengakibatkan seseorang dapat mengalami infeksi serius di saluran kencing dan bisa mengakibatkan kencing batu. Selain itu juga, mengkonsumsi air putih sesuai porsinya  dapat membantu tubuh kita menjadi sehat dan bisa untuk menjaga kulit agar tidak menjadi kering senantiasa terasa lembab dan sehat (Mantarisa, 2011 : 38).

 Bukan hanya itu saja, terdapat kejanggalan dilihat dalam kalimat tersebut terdapat ambiguitas dalam penyusunan kalimatnya. Apa itu ambiguitas? ambiguitas merupakan kondisi di mana suatu kalimat yang memiliki kegandaan arti yang diucapkan oleh komunikator yang diterima oleh komunikan sehingga berdampak meragukan atau sama sekali sulit untuk dipahami si komunikan. Ambiguitas dapat mengakibatkan salah penangkapan informasi kita sebagai komunikan atau pembaca sulit menangkap maksud pengertian yang kita baca maupun yang kita dengar. Bahasa lisan atau tulisan juga sering sekali menimbulkan ambiguitas dikarenakan apa yang telah kita dengar belum tentu tepat benar dengan yang dituju oleh si komunikator atau si penulis. Terdapat  beberapa sebab ambiguitas bisa terjadi. Kegandaan arti ini dapat dipicu oleh ucapan-ucapan yang kurang tepat intonasinya ataupun tanda bacanya. Selain itu juga, dapat dikarenakan penggunaan kata yang memiliki sifat polisemi ataupun  dikarenakan oleh struktur kalimatnya (Jurnal Trismanto, 2018 : 43).  Pada bagian mana kah yang terdapat ambiguitas? Pada kalimat di atas terdapat kata meminum “air” yang bisa memiliki makna yang bercabang bisa saja air mentah atau air jenis lainnsya. Dengan begitu, informasi yang disampaikan belum menyentuh kepada kebenaran yang valid dan tutur kata yang digunakan belum tepat. Mungkin, pengunggah kalimat tersebut pernah mengalami suatu kejadian yang membuat dirinya berani untuk mengutarakannya di dalam platform pribadinya tersebut, dengan begitu ia akan berpikir kalau minum air memicu penyakit jantung ini kebenaran yang kebetulan sesuai dengan pembahasan dalam buku etika dan filsafat komunikasi menjelaskan kebenaran non ilmiah salah satunya kebenaran karena kebetulan di mana manusia akan mengklaim atau menandakan suatu peristiwa di dalam hidupnya itu kebenaran yang telah dialaminya.  

“Berani Berucap Berani untuk Tanggung Jawab”

Kalimat tersebut sering terdengar dan terasa tidak asing kan? Lalu apa itu tanggung jawab? Menurut filsafat tanggung jawab ialah ketika manusia menyadari jika ingin melakukan segala hal pasti mempunyai konsekuensi. Setiap manusia memiliki kebebasan dalam mengutarakan pendapat namun, dalam mengatur kebebasan tersebut diatur oleh norma yaitu tanggung jawab sosial. Dimana manusia dilahirkan di dalam suatu kelompok sosial yaitu keluarga secara langsung ia akan dikatakan sebagai anggota kelompok sosial keluarga tersebut, bukan hanya itu kelompok sosial tidak mengenai keluarga saja namun, saat ini sudah banyak sekali berbagai kelompok sosial yang didirikan guna melakukan tujuan bersama. Dengan begitu, demi kelancarannya kelompok sosial itu setiap anggota saling bersosialisasi dengan lingkungan maka kebebasan manusia harus memperhatikan sekitarnya. Bersosialisasi dengan kelompok sosial akan menciptakan kebiasaan-kebiasaan pola perilaku individu yang dilakukan secara terus-menerus selain itu, perilaku tersebut tanpa disadari akan terpola dan seluruh anggota kelompok sosial akan menerapkannya di kehidupan sehari-harinya dan menjadikan suatu tanda bahwa ia seorang anggota kelompok sosial tersebut. (Muhammad Mufid, 2009 : 219)

Kalimat di atas memiliki arti yang cukup dalam dimana jika anda sudah berani untuk mengutarakan pendapat atau informasi berarti anda diharuskan terima konsekuensinya dengan bertanggung jawab atas semua ucapan Anda. Apa kaitannya dengan berita yang dibicarakan di atas? Kaitannya ialah segala sesuatu yang diutarakan melalui sosial media sudah diatur sedemikian rupa oleh aturan di negara kita Indonesia yang tertera di dalam Undang-Undang Indonesia yaitu mengenai UU ITE (Informasi dan Transaksi Elektronik) pasal 28 ayat 1 nomor 11 pada tahun 2008 telah diperbaharui oleh Undang-Undang pada nomor 19 di tahun 2016 yang berbunyi ‘setiap orang dengan sengaja, dan tanpa hak menyebarkan berita bohong dan menyesatkan yang mengakibatkan kerugian konsumen dalam transaksi elektronik’ akan dikenakan sanksi pidana kurungan atau penjara dalam kurun waktu yang tidak singkat selama enam tahun lamanya dengan denda paling banyak sebesar 1 milyar rupiah dengan nominal yang tidak sedikit, dengan begitu Anda juga diharuskan bisa untuk bertanggung jawab atas semua yang telah Anda lakukan.

III.                Kesimpulan

Berdasarkan pemaparan penjelasan di atas kita dapat menyimpulkan bahwa alangkah baiknya jika kita ingin mengutarakan sebuah pendapat atau sebuah informasi harus di perhatikan lagi dari kata demi kata agar tidak memunculkan ambiguitas untuk para audiens atau komunikan sehingga informasi yang disampaikan dapat diterima dengan mudah. Bukan hanya itu saja loh, sumber juga harus dicantumkan yang digunakan untuk memperkuat informasi harus lah yang sudah terjamin kebenarannya. Kebenaran itu dapat diperoleh dari setiap para ahli yang memiliki berbagai cara pengujian guna mendapatkan kebenaran yang valid. Jika kalian asal dalam memberikan informasi yang belum terbukti akan kebenarannya atau dengan istilah hoaks akan berdampak cukup serius, dan jika kalian memberikan informasi yang terpercaya dengan sumber yang valid audiens lainnya akan selalu mendukung kalian bahkan mereka akan selalu memberikan masukan untuk mengunggah konten berisikan suatu informasi terupdate yang dinantikan oleh audiens. Bukan hanya itu saja loh kalian juga bisa mendapatkan manfaat lain nya, salah satunya dengan peluang bisnis yang cukup besar, saat ini sedang digemari oleh banyak para influencer atau sapaan lebih akrabnya selebgram yang memiliki jumlah followers atau pengikut sosial medianya yang cukup banyak bisa mencapai angka ribuan bahkan jutaan pengikutnya, sehingga dapat mempengaruhi dalam segi hal apapun bisa mengenai suatu barang, ataupun informasi terbaru lainnya di sosial media yaitu endorse atau mengiklankan suatu produk kepada audiens untuk membantu para online shop dan bisa membantu kalian juga nantinya dalam mencari barang yang dibutuhkan, dengan demikian penjelasan di atas kalian akan memilih yang mana nih?  Sekali lagi diingatkan kembali ayo kita sama-sama berjuang untuk menuntaskan permasalahan ini agar tidak terjadinya kesalahpahaman audiens lainnya dan kita semua bisa hidup dengan rukun dan di banjiri oleh informasi yang berkualitas dan memiliki nilai berita yang bagus. Untuk para pembaca paper ini kalian harus dengan bijak dalam menyampaikan informasi kepada khalayak dan pastikan informasi itu benar adanya dan valid. 

IV.               REFERENSI

https://jurnal.uin-antasari.ac.id/index.php/adzka/article/view/3622

 https://www.liputan6.com/cek-fakta/read/4343033/sederet-hoaks-kesehatan-yang-tidak-masuk-akal

https://jurnal.polines.ac.id/index.php/bangun_rekaprima/article/download/1118/893  

https://m.cnnindonesia.com/teknologi/20200404202808-185-490360/ancaman-penjara-6-tahun-dan-denda-rp1-m-penyebar-hoaks-corona  

Buku Etika dan Filsafat Komunikasi Muhammad Mufid, 2009

Buku Filsafat Ilmu Dr. Abdul Chalik, 2015

Komentar

Postingan populer dari blog ini

KONFIDENSIALITAS DAN KEPENTINGAN UMUM

Respon Paper : Fenomena Konten Prank Berkedok Sedekah dan Pola Konsumsi Media Masyarakat Indonesia

KEBENARAN DALAM ETIKA DAN FILSAFAT KOMUNIKASI